Jan 25, 2018

Kacamata Minus Untuk Fadel, Si Anak Kinestetik

Sebagai seorang ibu, saya gak pernah menyangka Fadel akan mengalami rabun jauh secepat ini. Di usianya yang baru 8 tahun, dengan kondisi mata minus yang cukup tinggi, bikin kami orang tuanya sempat merasa bersalah banget. Salah satu pemicunya adalah paparan sinar radiasi gadget dan laptop juga tv. Sejak batita, Fadel mulai tahu menggunakan laptop dan gadget karena kami orang tuanya setiap hari menggunakan peralatan elektronik itu untuk bekerja. Sehingga Fadel juga sering sekali ikut-ikutan menggunakannya. Mungkin bukan saya saja, tentu ada banyak orang tua yang masih terus berjuang meminimalisasi penggunaan gadget pada anak.
Kacamata Minus Untuk Fadel, Si Anak Kinestetik - www.ndypada.com

Suatu hari, Fadel saya minta membaca tulisan yang agak jauh dari posisi kami. Fadel memicingkan mata seperti memaksa retinanya untuk fokus pada tulisan itu. “Saya gak bisa baca ummi, gak jelas tulisannya”, keluh Fadel kepada saya saat itu. “Ah, Fadel ngeledek Ummi ya?”, saya yang sejak SMP sudah mengalami mata minus masih beranggapan kalau Fadel mengada-ada. Hanya menganggap Fadel ikut-ikutan karena saya sering seperti itu jika tidak mengenakan kacamata.

Baca Juga: Lomba Mewarnai Bersama Faber Castell

Makin sering seperti itu, saya jadi makin sering mengetes Fadel untuk membaca tulisan-tulisan yang agak jauh. Gejala lain yang sering saya jumpai pada Fadel, ia sering mengucek matanya. Saya pikir itu karena debu atau karena kelelahan saja. Hingga suatu hari di sekolah, Fadel salah menulis teks lagu yang dia salin dari tulisan ibu gurunya di papan tulis. Fadel ngotot bahwa teks lagu yang ia tulis itu benar. Saya konfirmasi ke ibu guru, akhirnya ibu guru cerita kalau Fadel sering banget mendekat ke papan tulis untuk melihat lebih dekat tulisan ibu guru.


Saat kontrol ke dokter mata
Tanpa berpikir panjang, kami segera mengajak Fadel ke dokter spesialis mata, dan benar saja, Fadel mengalami mata myopia dan harus menggunakan lensa minus 2,25 untuk mengoreksi gangguan matanya. Sungguh angka yang sangat tinggi di usianya. Sebagai perbandingan, di usia 13 tahun saya menggunakan kacamata minus 0,5. Saat ini rabun jauh saya bertambah dan menggunakan kacamata ukuran minus 2,5. Sudah hampir sama dengan ukuran Fadel.

Baca Juga: Tips Mendampingi Anak Menghadapi Ujian Sekolah

Mulai Akhir Nopember 2017 lalu, Fadel sudah wajib menggunakan kacamata dalam kegiatan sehari-harinya. Saya sempat ragu. Dengan karakter Fadel yang kinestetik, energinya untuk bergerak seperti tanpa lelah. Ini yang membuat saya khawatir, apakah Fadel bisa menjaga kacamatanya saat digunakan agar tidak jatuh.

Kekhawatiran berlebihan itu membuat kami orang tua, butuh waktu dua hari untuk memilih kacamata yang pas untuk Fadel. Kami memilih lensa yang sekaligus ada UV Protection untuk mengurangi potensi terpapar sinar radiasi dari layar gadget atau laptop juga tv. Selain itu, lensanya dipilih yang bahannya kuat agar tidak mudah pecah walaupun jatuh. Gagangnya pilihan Fadel sendiri, yang nyaman di telinga dan hidungnya. Untungnya frame yang dipilih juga pas di dompet orang tuanya. Hehehehehe.. Bahannya dari plastik. Kacamata Fadel juga dilengkapi tali, untuk menjaganya dari resiko terjatuh dan pecah.

Setelah menggunakan kacamatanya, Fadel bilang: “Wah, jadi terang!”. Tentu maksudnya adalah ia jadi lebih jelas dalam melihat, tidak rabun lagi seperti saat tidak mengenakan kacamata. Beberapa hari pertama saat mengenakan kacamata, Fadel masih sering lupa aturan-aturan yang boleh dan tidak boleh ia lakukan. Saat belajar, membaca, atau menggunakan gadget masih sering lupa pasang kacamata dulu. Saat bersepeda, main bola, dan aktifitas fisik lain, juga saat menjelang tidur, ia masih kadang-kadang lupa untuk mencopot kacamatanya. Lensa kacamata sering ia pegang dengan tangan, dan berbagai hal remeh temeh yang hampir setiap menit kami ingatkan.

Tepat sepekan penggunaan kacamata, Fadel saya ajak untuk menghadiri event komunitas blogger Makassar di bilangan Veteran Utara, Makassar. Di sana bertemu dengan teman sebayanya, anak Kak Mugniar yang juga diajak oleh ibunya untuk hadir di event. Fadel sangat senang bermain, berlari-larian mengelilingi ruangan sambil kejar-kejaran dengan temannya. Gubrak! Fadel terjatuh. Saya tidak melihat kejadiannya. Namun Fadel mengadu kesakitan setelah kejadian itu. Lensa kacamatanya yang kiri retak akibat posisi jatuh yang tengkurap. Frame tertekan hingga ada lebam di bawah matanya. Alhamdulillaah, saya tak henti mengucap syukur karena lensanya hanya retak, tak sampai pecah dan hancur. Mata Fadel gak kenapa-kenapa. Pulang dari event itu, kami mampir ke optik untuk mengganti frame yang retak. Setelah kejadian itu, saya kembali mengingatkan Fadel hal-hal yang boleh dan tidak boleh ia lakukan saat menggunakan kacamata.

Tiga hari setelah kejadian lensa retak, pagi-pagi sebelum berangkat ke sekolah Fadel kembali mengeluh kacamata yang ia kenakan miring. Ternyata gagang yang sebelah kanan longgar. Ternyata setelah dicek, baut dan mur di engsel sebelah kiri hilang karena cara pasang kacamata dari atas kepala, bukan dari depan wajah. Ini yang mengakibatkan baut dan murnya longgar, kemudian akhirnya hilang. Karena kejadian itu, Fadel akhirnya ke sekolah tanpa kacamata. Sore harinya saya membawa kacamata itu ke optik untuk dibenerin.

Dua insiden kacamata Fadel, ternyata bikin Fadel jadi lebih hati-hati dalam menggunakan kacamatanya. Fadel sudah bisa meletakkan kacamata dengan benar saat tidak digunakan. Ketika akan beraktifitas fisik di luar ruangan, kacamatanya dilepas dan dimasukkan ke kotak kacamata. Fadel juga sudah lebih berhati-hati dalam berjalan ketika menggunakan kacamata. Karena sudah lebih pinter dalam beberapa bulan ini, akhirnya saya memutuskan untuk melepas tali kacamatanya.


Masih hobi main gadget, tapi udah gak pernah lupa pakai kacamata pas pegang gadgetnya :D
Belajar dari pengalaman selama mendampingi Fadel untuk bisa berdamai dengan kacamatanya, saya punya beberapa tips untuk teman-teman yang anaknya juga harus rutin berkacamata.

1. Pilih lensa yang kuat, agar tidak mudah pecah. Frame yang digunakan sesuai pilihan anak, yang ia rasa nyaman. Tentunya frame juga harus diperhatikan yang pas. Tidak terlalu ketat, tidak longgar, tidak menyebabkan sakit di hidung dan telinga. Untuk langkah awal penggunaannya, jangan lupa tali kacamata agar menghindarkan dari risiko jatuh.

2. Mengedukasi anak agar terbiasa dengan kacamatanya, sekaligus melatih anak untuk merawat kacamata yang ia miliki. Do and don’ts yang harus diterapkan, harus berulang kali diingatkan. Awalnya terasa berat, dalam sepekan harus beberapa kali bolak balik optik karena anak belum terbiasa dengan kacamatanya. Orang tua butuh kesabaran ekstra hehehehe..

3. Wajib membesarkan hati anak ketika banyak komentar mengenai kacamatanya. Mulai dari komentar yang kasian karena masih terlalu dini sudah mengalami rabun jauh, komentar yang bilang kalau Fadel mirip kakek-kakek, meski banyak juga yang memuji.

4. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang bisa menambah kenaikan minusnya sebaiknya dikurangi, atau kalo bisa dihindari. Terutama penggunaan gadget. Saat ini Fadel hanya dibolehkan untuk menggunakan gadget di hari Sabtu dan Minggu. Saat ini kami mulai mencoba untuk mengurangi durasi penggunaan gadgetnya di hari Sabtu Minggu dengan mengalihkan perhatiannya pada aktifitas yang lebih menarik.

5. Saat berkunjung ke dokter mata untuk memeriksakan kondisi mata Fadel, dokter berpesan untuk kembali memeriksakan kondisi mata Fadel 6 bulan kemudian. Ada atau tanpa keluhan, ini wajib dilakukan karena kemungkinan dalam 6 bulan itu bisa jadi minusnya berubah. Jika minusnya berubah, tentu harus disesuaikan juga kacamata yang dikenakan.

Jika bisa memilih, tentu tak ada yang menginginkan menggunakan kacamata karena kondisi mata yang rabun. Tentu bukan hanya gadget yang menjadi kambing hitam. Faktor genetik, nutrisi hingga pertumbuhan bola mata juga bisa menjadi penyebab rabun jauh. Ketika ini sudah terjadi, nutrisi untuk mata wajib diberikan kepada anak untuk dikonsumsi agar peningkatan minusnya tidak terlalu cepat dan signifikan. Selain itu, istirahat yang cukup dan konsisten dalam mengurangi hal-hal yang beresiko mempercepat peningkatan minusnya.

Teman-teman punya pengalaman yang sama dengan saya? Boleh sharing dong tentang mata minus pada anak, di kolom komentar di bawah ini :)

47 comments:

  1. Bisa juga ya anak kinestetik akhirnya telaten dengan kacamatanya. Fadel pintar, deh ... Saya itu pikirnya, sekali pakai rantai kacamatanya, pakai terus mi eh ternyata tidak ji tawwa ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah mulai terbiasa kak, jadi sudah saya perbolehkan untuk lepas tali. Hehehe

      Delete
  2. informasinya bermanfaat sekali kak.. duh saya jadi takut nih, soalnya anak saya juga suka sekali main gadget :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paparan radiasi pada gadget hanya salah satu faktor pemicu kak. Bisa juga karena faktor genetik, pertumbuhan bola mata, dan nutrisi. Kalo Fadel, selain gadget, juga genetik dari saya Huhuhu..

      Delete
  3. Wah, minusnya Fadel sama dengan saya. Memang tinggi untuk anak seumuran Fadel ya? Saya dulu pertama pakai kacamata juga umur 8/9 tahun, tapi masih minus 0,5. Kalau saya karena faktor genetik juga sih. Dari keluarga bapak dan ibu semua pakai kacamata. Khawatirnya Kirana juga nih, apalagi dia juga penggemar gadget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, Fadel juga ada faktor genetik, menurun dari saya. Saya minus 0,5 pas SMP. Semoga Kirana gak terlalu dini pakai kacamata ya kak..

      Delete
  4. Huwaaaa, Kak Ndy, baca ini langsung share ke suami buat segera diet gadget di rumah. Anak-anak masih terlalu banyak ini main gadgetnya, hiks. Mana ayahnya juga pakai kacamata dari kecil.
    Nextnya sharing tentang nutrisi untuk mata dong Kak, thank's before^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nyak, Gadget dan faktor genetik salah satu yang menjadi pemicu. Makasih idenya Nyak. Insya Allah nanti nulis lagi tentang nutrisi untuk mata anak.

      Delete
  5. Deehh... fadel. Cepatnya pakai kacamata kodong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iye Onty.. Saya shock pas pertama kali tau minusnya tinggi. Dan khawatir Fadel kesulitan jaga kacamatanya. Ternyata alhamdulillah pintar mi kodong..

      Delete
  6. Kids zaman now sepertinya sudah terbiasa pegang gadget ya, termasuk Pica juga. Tapi semoga saja tidak berpengaruh pada matanya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, anak-anak pada maniak gadget. Kalo Fadel cepat minus karena ada faktor genetik juga kak :(

      Delete
  7. Hampir sama dengan kasusnya kak mutia, anaknya juga ngeluh tp kak mutia pikir bercanda ji.. Dan bener bgt deh itu gadget termasuk salah satu faktor pemicunya 😬

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, Fadel awalnya saya pikir juga cuma becanda dan meniru-niru gayaku. Ternyata beneran rabun huhuhu..

      Delete
  8. ponakanku umur 8 tahun juga udah pake kacamata, mungkin ada faktor genetiknya juga sih. semenjak itu paksu lebih aware soal ngasi gadget karena biasanya dia yg suka gak tega u ngasi gadget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, Fadel juga ada faktor keturunan juga. Saya juga sudah minus sejak SMP huhuhu..

      Delete
  9. Wah iya nih moms tipsnya berguna banget. Aku khawatir juga si kecil nanti pakai kacamata soalnya ada faktor keturunan dan kebiasaan nonton tv serta main gadget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, kalo udah ada faktor genetik, harus lebih mengurangi penggunaan gadget dan kebiasaan nonton tv terlalu dekat.

      Delete
  10. Syukurlah lekas ketahuan ya mbak. Kasihan anaknya kalau tanpa kacamata, mata jadi mudah lelah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mba, untungnya cepet bisa teratasi. Karena khawatir jadi berpengaruh ke pelajarannya juga kalo makin lama gak pake kacamata. Hehe..

      Delete
  11. Ponakanku juga mbak, dari TK malah. Kasihan deh pakai kacamata lensa tebal. Kalau ga pakai kacamata, bisa kejedot pintu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ponakannya malah udah tebal banget ya mba. Mungkin ada silinder juga ya mba, ponakannya?

      Delete
  12. Anak sulungku juga pake kacamata sejak umur 8 tahun, mbak. Udah 2 tahunan pake kacamata. Awalnya sering ngeluh pusing, kami gak ngira kalo itu gara2 matanya minus. Soalnya aku dan suami sampe sekarang juga gak berkacamata. Ketahuannya pas dia ngeluh kalo gak bisa jelas baca tulisan di papan tulis.. Ternyata emang minus matanya. Kebanyakan ngegame di gadget. Sekarang jadi ngebatasin gadget ke anak2..

    TFS tipsnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah samaan sama Fadel mbak. Sekarang anakya umur berapa mba? Mudah-mudahan minusnya gak nambah ya mba..

      Delete
  13. Kasih wortel bun, untuk mengurangi minus nya dan jaga jarak baca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo jadi sayur, Fadel suka Mpo. Tapi kalo ngejus, gak suka dia hehehe..

      Delete
  14. Yg besi gagangnya ya. Buat anak cocok walau mahal tapi kelihatan gaya walau pakai kacamata

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gaya dan yang terpenting nyaman juga buat anak-anak ya Miss, hehehehe :D

      Delete
  15. wah dek Fadel udah make kacamata :-D
    jangan deket-deket ama layar ya dek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener onty, Fadel masih doyan banget sama gadget. Walaupun sudah dibatasi hanya pada hari Sabtu Minggu saja, tapi durasinya masih suka lama kalo main gadget. Huhuhu..

      EMaknya masih terus cari cara untuk alihkan perhatiannya dari gadget.

      Delete
  16. Jadi ingat temannya anakku sejak kelas 1 SD juga sudah pakai kacamata, mba. Tapi memang cari kacamata buat anak harus yang tepat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, kacamata untuk anak susah-susah gampang juga nyarinya. Karena gak cuma manfaatnya, tapi juga dari segi keamanan dan kenyamanan.

      Delete
  17. Duhh Faddel masih kecil dah kena rabun jauh.. Saya juga khawatir nih sama ponakan yg kalo nonton tv dekat banget dgn layar tv..

    ReplyDelete
  18. Mba kalau lensa yg kuat itu yg mika atau yg kaca mba? Ni sy jg mulai kabur pandangannya tp masih bingung mau pilih kacanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih bagus mika sebenernya Mba. Kalau jatuh gak pecah. Lebih ringan juga. Tapi perawatan kacamata mika harus lebih ekstra hati-hati agar gak tergores.

      Delete
  19. Replies
    1. Terimakasih udah berkunjung Mbak Eni :)

      Delete
  20. Kaya di kampung saya kalau ada anak pakai kacamata suka jadi bahan pandaan.

    ReplyDelete
  21. Semangat Fadel, tetep kece dan gaya ko pake kacamata.
    Hiks,anakku juga sedari kelas 1 sd pake kacamata,sekarang dah kelas 9 udah 7 minusnya,syedih!
    Awalnya susah, tapi ga patah semangat mengedukasinya

    ReplyDelete
  22. Nice info. Sepupuku yg SD juga minus dan baru mau beli kacamata. Thanks for sharing mbak

    ReplyDelete
  23. Membatasi main gawai penting banget ya mbak, salah satunya untuk menjaga kesehatan mata pada anak. Terima kasih sharingnya mbak Ndy ^^

    ReplyDelete
  24. Nanti kalo abang fadel udah agak gede dikit lasik aja bun, biar nyaman dlm setiap aktivitasnya. Bisa bpjs juga loh drpd pk kacamata trs ��

    ReplyDelete
  25. Dulu suami jg pakai kacamata pas masih SD, bolak balik ganti jg hehe soalnya anak cowok tingkahnya banyak. Tapi makin hari kyk Fadel dah bisa tanggungjawab utk gk ngrusakin kacamata :D

    ReplyDelete
  26. Aku dulu awal pakai kacamata saat kelas 4 SD.
    Dan Ibu selalu memakaikan dengan tali emas, agar gak mudah jatuh.

    Memang benar gak mudah jatuh,
    tapi akunya malu banget ((karena jamanku ada penyanyi namanya Gombloh, pakai model kacamata bertali kaya gitu))

    Heuuu~~

    ReplyDelete
  27. Anak-anak sekarang emang rentan dengan mata minus ya mbak >.<

    ReplyDelete
  28. Anak cowokku juga nih sudah pakai kacamata mungkin karena pegang gadget melulu.

    ReplyDelete
  29. aku dari smp udah pake kacamata, sampe skrg.. gak enak banget. kalo bisa dari kecil emang jangan dibiasain main gadget gitu ya.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar ke blog ini. Pastikan mengisi kolom nama dan url blog agar saya bisa berkunjung balik ke blog teman-teman semua :)

Oiya, diharapkan tidak mencantumkan link hidup di dalam kolom komentar ya. Jika terdapat link hidup dalam komentarnya, mohon maaf akan saya hapus. Harap maklum.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...