Mar 9, 2019

Menyelesaikan Segala Drama Kehidupan, di Zaman Serba Online

Suasana hectic malam itu. Seorang paman saya harus dirawat di rumah sakit di Makassar karena gejala stroke. Setelah dilakukan observasi di Instalasi Gawat Darurat, dokter memutuskan bahwa paman saya harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Sebelum pindah ke ICU, Istri yang setia mendampinginya di sisi tempat tidur di IGD, tampak dipenuhi rasa gelisah. Betapa tidak, anak-anak mereka masih kecil. Saya sangat paham, jika mala mini mereka menginap di rumah sakit, bagaimana dengan anak-anak mereka yang masih kecil. Beberapa kali perempuan berjilbab itu menelepon ke sanak saudara di Bone, untuk mengabarkan berita kurang mengenakkan ini. 


Untunglah ada kakak ipar dari paman saya dari Bone yang datang ke Makassar, menemani sepupu saya selama ayah mereka dirawat di rumah sakit. Namun ternyata ini belum sepenuhnya menyelesaikan masalah. Tante yang datang dari Bone ini sudah berumur 50an tahun. Beliau lincah, tapi kurang memanfaatkan teknologi untuk membantu kebutuhan sehari-harinya. Yaa, mungkin karena di Bone masih belum seramai Makassar. Oiya, Tante saya juga tidak bisa membawa kendaraan sendiri.

Suatu pagi, saya baru tiba di kantor. Beliau menelepon saya karena bingung bagaimana mengantarkan fotokopi kartu keluarga untuk kelengkapan dokumen yang diminta pihak RS dan ramuan herbal yang sudah ia buat untuk Paman saya di rumah sakit. Jarak rumahnya di daerah Tamalanrea ke rumah sakit di daerah Maricaya, terbilang cukup jauh. Nah lokasi kantor saya yang di Sudiang, lebih jauh lagi kalau harus mengantar ramuan herbal itu ke rumah sakit. Tapi saya tentu tak habis akal. Saya cukup meminta bantuan kirim barang dengan menggunakan GrabExpress dari aplikasi Grab di smartphone saya. Agar memudahkan, ongkirnya saya bayar menggunakan OVO. Selain lebih murah, Tante saya juga gak perlu repot-repot menyiapkan uang cash untuk Abang Grab. Alhamdulillah, gak sampai 30 menit, dokumen dan ramuan herbal itu sudah bisa diberikan ke paman saya yang sedang sakit.

Nah kemudahan lain, ketika menggunakan jasa Grabcar atau Grabbike, saya bisa top up ovo langsung dari driver, tanpa biaya admin. Gak harus ke atm atau internet banking. 

Bang, aku top up ovo ya Bang!
Kemudahan seperti ini membantu banget untuk saya yang takut bawa kendaraan sendiri. Dulu, ke mana-mana serba bingung. Nelepon taksi konvensional, butuh pulsa yang banyak dan waktu menunggu yang kadang tak jelas berapa lama. Kalau mau menggunakan angkot, saya harus naik bentor dulu menuju jalan raya yang menjadi jalur yang dilalui angkot. Kalau sendiri, mungkin pergerakan saya masih bisa lebih cepat. Tapi kalau bawa anak, bisa kebayang rempongnya dong yaa..

Untung saja beberapa tahun terakhir ini, ada aplikasi Grab yang setia menemani saya ke mana-mana. Aplikasi yang user friendly, memudahkan pengguna untuk order dengan beberapa klik saja. Saya bisa tau posisi driver udah sampai mana, ketika jalan menuju lokasi saya. Kalau si Abang Grab salah jalan, saya bisa mengarahkannya di fitur chat. Saya bukan gak pernah dikecewakan oleh Abang Grab. Tapi setiap ada masalah dengan driver, saya bisa dengan mudah melaporkan kejadian yang saya alami ke manajemen Grab dan mendapat respon positif. Ini yang membuat saya makin betah menggunakan Grab.

Saya ingat, dulu suami selalu meminta saya untuk kembali berani membawa kendaraan di jalan raya. Waktu di Jakarta, saya lebih berani naik angkot dan busway ketimbang bawa kendaraan sendiri. Nah, sekarang ada Grab, segala drama kehidupan, bisa terselesaikan dengan cepat dan tepat. Abang Grab yang silih berganti nganterin saya ke mana-mana, juga asik jadi temen ngobrol sepanjang perjalanan. Berkat ngobrol-ngobrol dengan seorang abang Grab, Saya jadi tau kalau ternyata di wilayah Sudiang, Abang-abang Grab ini tergabung dalam Komunitas Lintas Sudiang. Mereka sering ngumpul juga ternyata, untuk saling support dan sharing sesama abang Grab. Keren ya!

Dari sisi ekonomi, saya merasa lebih untung setiap menggunakan Grab karena tiap hari saya bisa menikmati aneka promo. Promo diskon naik GrabCar atau GrabBike, promo hemat beli jajan dengan GrabFood, dan promo kirim barang menggunakan GrabExpress, gak bikin dompet bolong. Apalagi kalau menggunakan OVO. Bayarnya gak pakai ribet, diskonnya selalu besar. Apalagi sejak jadi member platinum. Rewards dari Grab semakin banyak dan pesanan saya jadi lebih diprioritaskan. 

Eh iya, bahas diskon, saya beberapa hari ini kembali dimanjakan dengan promo diskon 70% untuk seluruh fitur Grab. Promo ini sebagai hadiah dan ungkapan terima kasih untuk seluruh pengguna, karena Grab ternyata sudah meraih prestasi menjadi Decacorn pertama di Asia Tenggara!

Buat yang belum ngeh apa itu Decacorn, sebutan untuk startup yang nilainya lebih dari US$10 miliar. Nah kalau beberapa waktu lalu lagi ngehits istilah unicorn, nah Decacorn ini 10 kali lipat lebih besar dari pada Unicorn. Grab makin keren ya! Semoga Grab terus meningkatkan layanannya, terus menjadi sahabat baik bagi para mitra, merchant dan pengguna.

Jan 29, 2019

Lembah Hijau Malino, Wisata Camping Hingga River Tubing di Kabupaten Gowa

Semilir angin menjadi musik alam yang membuat dedaunan menari meliuk-liukkan badannya. Rimbunnya pepohonan, menjadi rumah para burung yang berkicau. Menambah harmonisasi musik yang disuguhkan alam untuk kami sore itu. Baru tiba saja, pesona tempat wisata yang terletak di Kabupaten Gowa ini sudah sangat ramah menyambut kami dengan eloknya.


Bertolak dari Makassar, lokasi Lembah Hijau Camp & Resort Malino tak begitu sulit untuk diakses. Salah satu wisata alam yang wajib dieksplor, ketika  berkunjung ke Malino. Sekira 2  jam perjalanan darat menuju Kota Bunga, Slogan untuk Kota Malino. Jaraknya yang cukup dekat dari Makassar, memang patut menjadi pilihan tepat liburan akhir pekan bersama keluarga, kerabat dan sahabat.

Jan 21, 2019

Anak Muda Palsu The Movie: Nonton Trailernya Aja Bikin Ngakak!

Warga Makassar mana yang tak kenal Tumming Abu?  Duet komedian ini sudah naik daun sejak film Uang Panai’ mendulang kesuksesan di pertengahan tahun 2016. Seperti ingin mengulang kesuksesan itu dan kesuksesan film Halo Makassar di tahun 2018 lalu, Finisia Production kembali memproduksi film yang mengangkat tema keresahan Anak Muda Makassar. Anak Muda Palsu. Dari judulnya saja, sudah mengundang Tanya. Seperti apa sih anak muda palsu itu? Dibintangi Tumming Abu, film yang mengambil latar di Kota Makassar ini bercerita tentang empat orang mahasiswa semester akhir yang berbeda jurusan namun tinggal di dalam satu kos yang sama. Siapa yang jadi anak muda palsu di antara empat mahasiswa ini?

Blogger Makassar bersama Pemain dan Produser Anak Muda Palsu - Pic: qiahladkiya.com

Dec 25, 2018

Antara Potret Pesona Angkasa dan Turbulensi Pesawat Terbang

Membingkai langit biru dan segala pesona di angkasa, adalah kebiasaan saya ketika sedang menjadi penumpang pesawat. Mengabadikan pemandangan dari balik jendela pesawat, dengan keindahan yang berbeda-beda di setiap meter jarak yang dilalui pesawat. Karenanya, jika memungkinkan, saya selalu memilih untuk duduk di dekat jendela.


Awan yang saya potret, dengan bentuk yang beraneka macam, posisinya berada di bawah pesawat. Kadang awan ini begitu dekat dengan posisi saya, bahkan bersentuhan langsung dengan jendela. Seperti hamparan kapas atau kasur yang seolah-olah bisa dibuat tiduran di atasnya.

Dec 23, 2018

7 Destinasi Wisata yang Wajib Dieksplor di Sulawesi Utara

Berkunjung ke Manado dua pekan lalu dalam rangka kegiatan kedinasan, saya tak ingin melewatkan moment untuk mengeksplor tempat wisatanya. Setelah kegiatan kedinasan beres, saya dan beberapa teman memutuskan untuk berkunjung ke beberapa destinasi wisata di kota yang terkenal dengan 5B ini. Udah pada tau kan, apa 5B yang terkenal di Manado? Yes! Bubur Manado, Bunaken, Boulevard, Bukit Kasih, dan Bibir Manado. Tapi ternyata Sulawesi Utara bukan hanya tentang 5B ini loh! 




Oiya, ketika melakukan perjalanan ke suatu daerah, apalagi di lokasi yang baru, tentu ada banyak yang harus dipersiapkan. Mulai dari penentuan destinasi wisata yang akan dikunjungi, budget yang udah dialokasikan untuk tiket pesawat, penginapan hingga itinerary yang harus dibuat untuk memudahkan dalam membuat estimasi kebutuhan dana yang akan digunakan selama travelling. Yang paling sering menjadi kesulitan saya ketika baru mendarat di bandara tujuan adalah transport dari bandara menuju ke hotel atau ke tempat tujuan. Saat keluar dari area kedatangan di bandara, driver taksi gelap mulai mengerubungi, ibarat semut yang mengerubungi gula.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...