Oct 17, 2017

Film My Generation: Karena Orang Tua pun Pernah Muda

Orang tua pun pernah muda. Tapi bukan berarti orang tua boleh saja memberi kebebasan sepenuhnya kepada anak remajanya. Sebaliknya, gak sewajarnya anak dikekang dengan sebegitu membelenggunya. Pelajaran yang begitu menyentil saya sebagai seorang ibu dengan anak yang kian beranjak meninggalkan masa kanak-kanak. Pelajaran yang tidak ditemui di bangku sekolah mana pun. Pelajaran ini wara wiri di timeline social media saya setidaknya beberapa pekan terakhir ini. Ternyata yang dibahas adalah tentang film My Generation, film remaja yang akan tayang di bioskop, menghadirkan kisah persahabatan empat orang remaja yang hidup di era millenial.


Saya kepoin, ternyata film ini disutradarai oleh Mbak Upi. Beberapa film yang disutradarai oleh Mbak Upi pernah saya tonton dan selalu suka film garapannya. Siapa yang gak tau film Realita Cinta dan Rock & Roll, 30 Hari Mencari Cinta, atau My Stupid Boss? Film-film itu adalah garapan sutradara Upi yang sukses menarik perhatian penonton bioskop di jamannya. 

Zeke, Konji, Suki dan Orly. Potret 4 anak muda yang merasa orang tua selalu bener. Guru selalu bener. Dan mereka selalu merasa menjadi pihak yang disalahkan. Masa remaja adalah masa pencarian jati diri. Merasa diri paling benar, merasa harus dimengerti. Hasrat ingin tau yang tinggi, tentunya gak jarang remaja bikin kesalahan. 


Remaja. Kebahagiaan dinilai dari kebebasan. Mereka merasa berhak sepenuhnya untuk dunia yang mereka punya. Jika ada hal yang tidak mendukung, udah kayak kiamat bagi mereka. Merasa orang tua gak mau mengerti. Merasa punya orang tua paling galak. Merasa diri sendiri paling gak bahagia.

Ketika orang tua gak bisa menjadi tempat curhat, mereka mencari kebahagiaan di luar sana, kebanggaan bagi mereka. Anak-anak ini, remaja generasi milenial, butuh didengarkan. Butuh tempat nyaman untuk berkeluh kesah.

Kalau dulu anak muda segalau-galaunya curhat di diary yang digembok, sekarang udah banyak banget media untuk jadi tempat curhat. Youtube. Instagram. Facebook. Semua menyediakan panggung, pembaca, penonton. Di saat itulah anak remaja butuh dekapan orang tua. Butuh belai lembut dari ayah dan ibu. Bukan justru dikekang, dimarahin abis-abisan, dinasehatin depan orang banyak, karena justru hal itu yang bikin remaja makin kehilangan rasa nyaman. Bikin menurun kepercayaan dirinya, sampai-sampai banyak remaja yang berontak dengan cara mereka sendiri. 

Film My Generation mengangkat fenomena ini dengan mengajak semua pemain baru untuk peran utamanya. Ini tantangannya luar biasa, tulis Mbak Upi di akun instagramnya @upirocks. Tapi sutradara dan produser film My Generation berani ambil resiko ini. Keempat pemeran utama ini sangat bermain luar biasa natural. Mereka seperti gak lagi main film tapi kayak melihat kehidupan mereka sehari hari. Dan mereka sudah bekerja sangat-sangat keras untuk itu, lanjut Mbak Upi.

Bryan Langelo, Lutesha, Alexandra Kosasie, dan Arya Vasco. Wajah-wajah baru dan fresh di dunia perfilman Indonesia. Menurut Mbak Upi, dirinya memang menginginkan memakai wajah-wajah baru karena film Indonesia butuh regenerasi. Selain keempat anak muda ini, film ini juga menampilkan aktor dan aktris kawakan seperti Tyo Pakusadewo, Ira Wibowo, Surya Saputra, Indah Kalalo, Karina Suwandhi, Aida Nurmala dan sutradara Joko Anwar pun turut ambil peran di depan layar.

Suki, Konji, Zeke, Minus Orly saat press conference di Jakarta, 10 Oktober lalu

Sutradara Upi dan para pemain
Eh tapi walaupun pemeran utamanya menampilkan anak muda yang segar, film ini gak main-main digarap oleh Mbak Upi. Riset dilakukan selama dua tahun, untuk mendalami kebiasaan yang dilakukan kids zaman now di social media. Dari riset itulah sutradara Upi menemukan komentar-komentar remaja masa kini yang sering bicara tentang orang tua, pendidikan dan ngomong soal guru-guru mereka.

Tak bisa dipungkiri bergesernya gaya hidup modern akibat era digital melahirkan generasi millenial dengan karakter-karakter yang beragam. Dinamika kehidupan mereka memang jauh lebih kompleks dibanding anak muda jaman sebelumnya. Gaya hidup masa remaja yang ingin mencari tahu banyak hal dalam kehidupan. Di sinilah peran orang tua, sekolah dan guru sangat dibutuhkan. Bagaimana orang tua memahami bahwa generasi sekarang jauh berbeda dengan ketika mereka muda dulu. Orang tua dan guru harus siap menghadapi perubahan bahwa saat ini teknologi semakin pesat mengubah banyak hal dalam kehidupan.

Film produksi IFI Sinema ini akan segera tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 November 2017 mendatang. Orang tua yang pernah muda, wajib ngajak anak remajanya untuk nobar film ini!



Oct 12, 2017

Eksplor Tana Toraja: Wisata Tongkonan Hingga Tulang Belulang

Tana Toraja. Kabupaten eksotik di Sulawesi Selatan yang memiliki kebudayaan dan adat istiadat dengan keunikan yang menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara. Toraja berasal dari kata Tau Riaja artinya orang dari sebelah barat atau orang di pegunungan. Ada juga yang pernah saya dengar, Toraja berasal dari kata Tau Raya atau Tau Raja. Artinya orang besar, bangsawan.

Oct 9, 2017

Family Time Seru Saat Weekend, Gak Harus Mahal

Saya sering merasa bersalah, menghabiskan banyak waktu dengan rutinitas pekerjaan di luar rumah sehingga waktu untuk Fadel jadi berkurang. Senin sampai Jumat sebagian besar dihabiskan dengan pekerjaan. Sehingga komitmen saya dan suami, Akhir pekan adalah hari wajib bersama keluarga. Atas alasan ini pula lah, saya dan suami sepakat untuk menyekolahkan Fadel di sekolah yang liburnya Sabtu Minggu juga. Jadi bisa banyak waktu di akhir pekan bersama keluarga.

Oct 6, 2017

Pantai Ide Sorowako, Bukan Pantai Biasa

Sorowako. Sebuah kota kecil di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang merupakan salah satu produsen nikel terbesar di dunia. Senin 2 Oktober kemarin, adalah kali pertama saya berkunjung ke kota ini. Saya dan dua orang teman kantor ditugaskan untuk melakukan uji emisi di PT. United Tractors, Tbk yang merupakan rekanan PT. Vale Indonesia, Tbk untuk alat berat. Melalui perjalanan darat selama lebih dari 15 jam dari Kota Makassar, tiba di Sorowako udah hampir jam 11 malam. Lelah terobati dengan suasana malam kota Sorowako yang begitu tenang, sejuk dan hijaaau banget.


Eh tapi awalnya agak panik juga begitu tiba di Sorowako karena kami gak tau lokasi tepatnya hotel tempat kami menginap.

Sep 30, 2017

Temu Bunda 2017: Me Time dengan Sejuta Manfaat

Menjadi seorang ibu yang bekerja dengan rutinitas di kantor sepanjang weekday, pulangnya sore kemudian kembali beraktifitas menjadi seorang ibu rumah tangga, tentu saja saya butuh 'me time'. Terkadang rasa jenuh itu ada. Sekali-kali keluar dari aktifitas rutin, melakukan hal-hal yang fun. 'Me time' dipercaya mampu meningkatkan fungsi otak dan membuat tubuh jadi rileks. Biasanya kalau udah 'me time', jadi makin semangat kerjanya juga makin semangat melakukan rutinitas di rumah bersama keluarga. Saya bersyukur memiliki suami yang selalu mendukung setiap kegiatan positif yang saya lakukan.



Awal 2017 lalu, saya meminta izin kepada suami untuk mendaftarkan diri dalam seleksi Mombassador Batch 5. Saat itu saya bilang ke suami, jika terpilih nanti saya akan diundang untuk hadir dalam acara Temu Bunda 2017 di Yogyakarta selama 3 hari. Suami membolehkan, katanya itung-itung 'me time'.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...