Jun 14, 2012

Pagi Kuning Keemasan


Sinar matahari pagi baru saja muncul dari peraduannya  setelah semalam penuh berganti posisi dengan rembulan. Megahnya langit pagi ini pun seperti mengucapkan selamat datang kepada kami yang baru saja tiba di pulau kecil nan eksotis ini. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan dengan mengendarai perahu boat yang disewa Adrian khusus untuk kami berdua, tibalah aku dan Adrian dengan decak kagum karena disambut dengan pemandangan pepohonan, butir - butir pasir putih, warna biru kehijauan hamparan laut, suasana pagi kuning keemasan dan juga mercusuar yang menjulang tinggi, sungguh potret pulau kecil yang indah.

“Kamu memang paling bisa ya!” aku mencubit pinggang Adrian, setengah tak percaya atas apa yang terhampar di hadapanku saat ini. Takjub! Beberapa hari lalu secara mengejutkan Adrian menyusulku ke Bukittinggi. Setelah itu Adrian mengajak ke Belitung. Dan subuh tadi aku telah melewati perjalanan laut dan sekarang, aku berdiri tepat di hadapan mercusuar di pulau Lengkuas.

“Iya dong! Naik ke mercusuar yuk. Di sana pasti lebih indah!” ajak Adrian sambil menarik tanganku lalu berlari kecil mendekati seorang petugas. Setelah mendapat izin dari bapak itu, kami akhirnya bisa menaiki mercusuar dan aku masih saja dalam perasaan setengah tak percaya.



Wigar tak pernah memanjakan hubungan kami seperti cara Adrian ini. Wigar tak pernah membumbui hubungan kami dengan romantisme seperti ini.
Di kepalaku kenapa tiba-tiba muncul nama Wigar lagi? Bukannya aku sudah memantapkan hati untuk menatap hari-hari ke depan tanpa dia?

“Kamu gak senang ya, aku ajak ke sini?” Adrian membuyarkan lamunanku.
“Seneng kok! Seneng banget malah. Sampe speechless!” Aku harus membuang jauh-jauh wajah Wigar dari bayanganku. Apalagi saat Adrian sudah mulai menjelajahi bibirku dengan pagutan bibirnya. Kupejamkan mataku. Getaran hangat mengaliri sekujur tubuhku. Tak dapat kupungkiri, akupun menikmatinya. Saat perlahan kubuka mataku dan hendak menjauhkan tubuhku dari pelukan Adrian, lelaki di hadapanku itu kembali menangkap tubuhku dan.. sial! Semakin aku berniat membuang jauh-jauh wajah Wigar, ia menjelma dalam sosok bernama Adrian!

Adrian meraih sesuatu dari dalam ranselnya, “Al, tutup mata dulu ya..”
“Untuk apa?”
“Aku mau kasih sesuatu buat kamu.”

Sehelai saputangan kini menutupi mataku yang diikat erat oleh Adrian. Aku benar-benar tidak bisa melihat apa-apa. Adrian menggenggam tanganku, menuntunku berjalan entah ke mana.
“Kita mau ke mana sih?” aku sungguh dibuat penasaran oleh lelaki ini.
“Sabar, sabar.. ntar juga tau kok!”

Kini kurasakan langkah kakiku menuruni anak tangga. Perlahan, sambil terus dituntun oleh tangan lembut lelaki ini. Adrian akan membawaku ke mana ya? Adrian punya kejutan apa lagi untukku? Ah, Adrian memang lelaki dengan sejuta ide kejutan. Atau aku kegeeran ya?
Kini sekujur tubuhku kurasakan hangat, kupastikan itu adalah berkat sinar matahari pagi yang menerpa kulitku. Kakiku sesekali diterpa halusnya butiran-butiran pasir yang menempel di sandal yang kukenakan.

“Kita mau ke mana sih? Capek tauk!” keluhku sambil melepaskan genggaman tangan Adrian, lalu berhenti berjalan.

“Ayolah, Al.. Bentar lagi sampai kok,” ujar Adrian setengah menarik tanganku. Aku pasrah. Menurut saja ke mana Adrian akan membawaku. Setelah beberapa langkah, kakiku mulai basah. Semakin melangkah, kurasa air sudah selutut.
Adrian membuka saputangan yang sedari tadi menutupi mataku. Kukejap-kejapkan mataku, aku berada di tengah laut Belitung yang begitu bening.

“Ambil kotak itu, lalu bukalah, Al..” perintah Adrian sambil menyerahkan sebuah kunci.
Kuraih kotak kayu yang tenggelam di dasar laut tepat di depan kakiku ini. Riak ombak sesekali menerpa, namun kuabaikan. Karena aku sudah tak sabar membuka gemboknya dengan kunci yang diberikan Adrian tadi. Setelah berhasil melepaskan gemboknya, sebuah kotak yang lebih kecil berwarna putih terlihat mengilap dari dalam kotak kayu. Tanpa pikir panjang lagi, kuraih kotak putih berbentuk hati itu.

Di dalamnya kutemui dua buah cincin berlian. Oh, Tuhan!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar ke blog ini. Pastikan mencantumkan nama dan url blog agar saya bisa berkunjung balik ke blog teman-teman semua :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...