Sep 16, 2017

8 Zona Memukau di Festival 8 Makassar 2017

Tahun ini adalah kali kedua pelaksanaan Makassar Festival Eight Festival and Forum 2017 (Festival F8). Tahun lalu, pelaksanaannya hanya 3 hari. Sayang banget waktu itu saya gak sempat hadir. Nah tahun ini, saya gak mau ketinggalan. Pas banget di antara tanggal 6 sampai 10 September 2017 kemarin, saya ada waktu senggang. Saya datang di hari pembukaan F8 dengan membawa rasa penasaran terhadap keseruan F8 yang sudah ramai wara wiri di timeline social media saya.


Di hari pertamanya, event yang mengusung tema “Penghormatan Kepada Asal” ini sudah sangat ramai pengunjung. Sepanjang pantai Losari macet parah. Ada rekayasa lalu lintas juga, jadi jalan menuju pantai Losari jadinya muter-muter. Parkiran yang dekat dengan area F8 penuh banget. Jadi harus rela berjalan kaki beberapa puluh meter dari parkiran ke pintu masuk area F8.


Begitu masuk area yang terdiri atas 8 zona ini, lelah itu terbayar. Karena pengunjung disuguhi berbagai kemeriahan dan megahnya panggung utama serta 8 festival kolosal yang semuanya sangat memukau dan menarik untuk dijelajahi yaitu Fashion, Film, Food & Fruit, Flora & Fauna, Folk, Fine Arts, Fusion Music, Fiction Writers & Font.


Fashion
Fashion show selama Festival F8 ini diadakan setiap hari di panggung utama. Menghadirkan desainer ternama tanah air seperti Adji Notonegoro, Chintami Atmanegara, Rika Mule, Appy Sayuti, Errin Ugaru, Luna Maya, Hengki Kawilarang dan masih banyak lagi. Fashion show ini melibatkan tidak kurang dari 200 orang putra putri daerah untuk memperagakan busana dengan mengangkat tema etnik.


Film
Nonton film kalo gak di bioskop, ya dari layar kaca televisi di rumah ya. Tapi di Festival 8 Makassar, nonton film di ruang terbuka, ditemani semilir angin laut yang berembus di bibir pantai Losari.



Gak Cuma film karya sineas Makassar dan Indonesia, ada juga pemutaran film dari luar negeri. Salah satunya adalah film Jepang yang berjudul The Voice of A Distant Star.
Ada beberapa trailer film karya sineas Makassar juga diputar perdana di festival F8 ini sebagai wujud apresiasi dan dukungan kepada karya anak muda Makassar yang semangat membangkitkan film Makassar di antara dominasi film nasional dan film asing.

Food and Fruit
Khusus festival food and fruit, pemerintah kota Makassar menyiapkan sejumlah konsep menarik yang tidak hanya memanjakan lidah pengunjung, tapi juga memberi pengalaman berbeda saat menikmati aneka sajian lokal maupun internasional, dengan citarasa yang tak diragukan lagi.


Ada juga open kitchen dari beberapa booth kuliner yang menampilkan atraksi yang seru.

Fiction writers and Font
Di festival ini, saya sempat mengikuti launching buku Antologi Puisi "Tentang Yang" dan Dialog Sastra dan Budaya. Ada juga pembacaan puisi di panggung fiction writers and font. Selain itu, ada pembacaan cerpen, pertunjukan dongeng, pembacaan pantun, dan musikalisasi puisi kolaborasi, serta monolog. Ini menjadi ruang yang terbuka lebar untuk kreatif seni lintas negara.



Kegiatan literasi yang terus bergeliat selama F8 Makassar ini, diharapkan mampu meningkatkan pertukaran lintas negara. Dalam proses selama F8, terjadi pertukaran interaksi sosial, adaptasi, adopsi. Atau bahkan terjadi penggabungan berbagai unsur seni.

Fine Arts
Ada belasan karya fine art yang ditampilkan di festival F8 ini. Lukisan-lukisan yang dipamerkan, bertemakan kearifan lokal Kota Makassar.




Lukisan telapak tangan ini, ada huruf lontara'nya yang bertuliskan: TABE'. Seperti budaya Siri' (malu), budaya Tabe' (permisi) adalah budaya yang sangat indah yang diwariskan oleh leluhur kami, Bugis Makassar.

Dalam lukisan itu, Tabe' di telapak tangan mencerminkan warisan sopan santun dari leluhur yg tidak hanya sekadar ucapan tapi juga di dalam genggaman perilaku sehari-hari.

Tabe' adalah salah satu budaya yang harus terus dilestarikan dalam kehidupan bermasyarakat. Tabe' sebagai rasa hormat dan menghargai orang tua. Wujud sopan santun, mencegah pertikaian. Mempererat tali persaudaraan.

Selain itu,  yang menarik perhatian saya juga adalah adanya gambar WPAP yang keren banget untuk jadi background foto selfie/wefie.


Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP) adalah gaya seni pop art yang dipopulerkan oleh Pak Wedha Abdul Rasyid. Di WPAP, gambarnya memiliki ciri bidang berkotak-kotak dengan warna warni antar bidang. Yang menjadikannya unik adalah karena dalam WPAP tidak ditemukan kurva atau garis lengkung.

Folks
Di Folk stage, yang dieksplor adalah sejarah dan budaya Bugis Makassar sesuai tema F8 yaitu Penghormatan Kepada Asal. Beberapa rangkaian acara di folks stage antara lain penampilan tari tradisional, penampilan sinrilik, band perform, area permainan tradisional, kolaborasi musik, aksi teatrikal, dan masih banyak lagi.




Fusion Music
Fusion dalam bahasa Indonesia berarti peleburan. Fusion musik diartikan sebagai percampuran berbagai genre musik. Festival Fusion Music ini menghadirkan deretan penyanyi top nasional hingga mancanegara. Sebut saja Daniel Sahuleka, Yovie n Nuno, Anji, Ari Lasso, Budi Doremi dan masih banyak lagi. Oiya ada juga penampilan Leanna Rachel, gadis cantik dari New York yang menyanyikan lagu angingmammiri (lagu tradisional Makassar) dan berhasil memukau pengunjung.

Flora and Fauna
Dari delapan festival yang telah saya kunjungi, Flora dan Fauna adalah yang paling cantik sekaligus menantang buat saya. Aneka tanaman bikin Pantai Losari makin sejuk di zona ini. Ada deretan terrarium cantik  yang bisa jadi ide untuk dekorasi di rumah. Ini adalah zona paling menarik untuk jadi spot selfie bagi para pengunjung. Saking ramenya, panitia menerapkan sistem buka tutup di pintu masuk area flora. 




Kenapa menantang? Karena setelah keluar dari zona flora, saya harus melewati zona fauna. Mulai dari hewan peliharaan yang lucu seperti kucing, burung beo yang cerewet, iguana, hingga hewan yang paling saya takuti: doggy. Huhuhuhu.. butuh mengumpulkan nyali saat melewati mereka. Padahal gak menggonggong dan diikat. Tapi udah phobia dari kecil, jadi ya takut. Hahaha..



Festival F8 ini berhasil mendatangkan lebih dari 1juta pengunjung selama 5 hari pelaksanaannya. Selain sebagai momentum daya tarik bagi peningkatan perekonomian dan pariwisata Makassar, Bapak Walikota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto juga menekankan bahwa pemerintah Kota Makassar ingin mengubah paradigma masyarakat di luar Makassar tentang demonstrasi yang sering menjadi headline di media. Makassar bukan kota demo. Tapi Makassar saat ini dikenal sebagai penyelenggara festival waterfront terbesar di dunia.

10 comments:

  1. Rame ya, semua event dijadikan satu dan diberi nama F8.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rameeee.. Sampe sejuta pengunjung selama 5 hari pelaksanaan F8 :)

      Delete
  2. Kalau jalan2 yang aku cari pertama adalah makanan yang enak.....

    ReplyDelete
  3. Nda masuk semua zona huhuhu rame bangetttt

    ReplyDelete
  4. untung sy bisa berkesempatan kunjungin semua ini zona nya heheh etahun lalu gak sempat

    ReplyDelete
  5. Makassar F8 2017 baru sj berlalu tp Rasanya sdh gak sabar lagi menunggu Makassar F8 di tahun berikutnya

    ReplyDelete
  6. Sayang banget gak ketemu kita ya, Ndy. Padahal saya ada di zona FONT waktu launching buku Tentang Yang itu lho..

    ReplyDelete
  7. Sayang bgt ga bisa ke sana, huhu.. Semoga tahun depan bisa berkunjung ke F8 :))

    ReplyDelete
  8. Supaya orang-orang di luar Sulawesi tahu kalau kita tak identik dengan tawuran. Hidup Makassar!

    ReplyDelete
  9. Acaranya mewah sekali ya kak. Saya lihat keseruannya di instagram saja ini :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar ke blog ini. Pastikan mengisi kolom nama dan url blog agar saya bisa berkunjung balik ke blog teman-teman semua :)

Oiya, diharapkan tidak mencantumkan link hidup di dalam kolom komentar ya. Jika terdapat link hidup dalam komentarnya, mohon maaf akan saya hapus. Harap maklum.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...